TA MEKATRONIKA
Implementasi Sensor Ultrasonik SQ40 untuk Pemilihan Ketebalan Kerabang Telur Berbasis Mikrokontroler
"Ketebalan kerabang telur merupakan parameter penting yang memengaruhi
kekuatan mekanis, ketahanan selama distribusi, dan perlindungan terhadap
kontaminasi. Pengukuran ketebalan kerabang yang umum digunakan masih bersifat
destruktif atau memerlukan metode dengan pengolahan sinyal yang relatif
kompleks, sehingga kurang praktis untuk diterapkan sebagai sistem inspeksi yang
sederhana dan cepat. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan merancang dan
mengimplementasikan sistem pengukuran sebagai dasar pemilahan ketebalan
kerabang telur berbasis sensor ultrasonik SQ40 menggunakan metode threshold
berdasarkan nilai ADC. Metode penelitian meliputi perancangan dan implementasi
perangkat keras, pengkondisian sinyal ultrasonik, akuisisi data ADC menggunakan
ESP32, serta analisis statistik untuk menentukan nilai threshold klasifikasi
ketebalan. Sistem terdiri atas modul AD9833, driver TC4420, transduser ultrasonik
SQ40, rangkaian pengkondisi sinyal berbasis LM358, Arduino Uno, dan ESP32
sebagai unit akuisisi data. Sinyal pantul ultrasonik diproses melalui penguatan,
penyearahan, dan penambahan DC offset sebelum dikonversi menjadi nilai ADC.
Pengujian dilakukan pada 25 sampel telur ayam ras, terdiri atas 15 sampel untuk
penentuan Threshold dan 10 sampel untuk evaluasi sistem. Variasi jarak sensor
sebesar 3 cm, 4 cm, dan 5 cm diuji untuk memperoleh konfigurasi pengukuran yang
paling stabil. Data diambil menggunakan metode multiple sampling sebanyak 30
kali pada setiap siklus dan diulang sebanyak lima kali. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa jarak 5 cm menghasilkan pembacaan paling stabil dengan nilai
standar deviasi terkecil. Selain itu, nilai ADC menunjukkan kecenderungan
hubungan dengan ketebalan kerabang sehingga berpotensi digunakan sebagai
parameter dalam proses identifikasi ketebalan kerabang telur secara non-destruktif."
No other version available