Dalam penyajianya buku ini disusun ke dalam 7 abab, yaitu: 1. poros dan pasak 2. Koping tetap 3. Koping tak tetap dan Rem 4. Bantalan 5. Sabuk dan Rantai 6. Roda gigi 7. Ulir dan Gas
Pembaruan utama pada edisi keenam dari buku klasik ini adalah pada fokus pembahasannya yang lebih menekankan pada kesamaan di dalam bidang material yang beragam jenisnya ini. Ini terlihat dari pembahasan mengenai struktur dan sifat material, yang berlaku umum untuk semua jenis material, dan bukan dibagi berdasarkan kelas material logam, polimer, keramik, dan semikonduktor. Bab 1 tetap memberika…
Buku ini membahasa mengenai manajemen operasi dan desain produk, Proses Transformasi, Rencana Operasi dan Pengawasan Proses Transformasi.
Buku ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian buku pengetahuan kejuruan untuk pengerjaan logam
Buku ini berisi lanjutan dari buku sebelumnya, yaitu: 14. Penerjaan Tekan (Kempa) 15. Elemen Dasar Mesin Perkakas 16. Pengendalian Numeris 17. Memotong Logam 18. Mesin Bubut 19. Mesin Penggurdi dan Pengebor 20. Mesin Fris dan Pemotong Fris 21. Mesin Ketam dan Mesij Serut 22. Mesin gergaji dan Pembesar Lubang (Broochung-Machine) 23. Mesin Gerinda dan Mesin Amplas 24. Roda Gigi dan Mes…
Pentingnya mekanika dalam penyiapan para insyinyur muda untuk bekerja dalam bidang-bidang yang telah dispesialisasikan tidak dapat terlalu dilebih-lebihkan. Yang poling dibutuhkan. Industri adalah orang-orang muds yang telah cukup dibekali dalam subyek-subyek dasarnya bukannya orang-orang dengan training yang, dikhususkan. Ada alasan yang baik untuk kecenderungan ini. Para insyinyur perindustr…
Pada awalnya ditulis untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa teknik mesin dan teknik penerbangan. Namun dalam perjalanan waktu timbul keinginan agar buku ini juga dapat digunakan oleh para teknisi dan praktisi industri yang memerlukan pengetahuan tentang industri maupun sebagai penggerak kendaraan darat, kapal, dan pesawat terbang. Profesor Wiranto Arismunandar, dengan pengalaman lebih dari 40 …
Dalam perancangan elemen mesin perlu dipertimbangkan getaran yang terjadi pada struktur mesin tersebut. Getaran yang melebihi getaran yang diijinkan akan menyebabkan kerusakan berupa patah lelah pada komponen mesin tersebut. Sedangkan dalam praktek pemeliharaan prediktif, hasil pengukuran getaran dapat dijadikan patokan untuk memperoleh sumber getar dan kemudian dilakukan identifikasi komponen …